Senin, 14 Desember 2009

Rekor baru di Kebun Binatang Ragunan

Perjalanan ini awalnya hanyalah untuk keliling kawasan Kebun Binatang Ragunan saja, tetapi ternyata di sepanjang jalan kami menemukan berbagai macam jenis burung yang terbang bebas, kami pun mencatatnya. Sore itu pengunjung Ragunan tidak begitu banyak, mungkin itulah yang membuat burung-burung tersebut banyak yang terlihat. Ketika kami sedang menikmati makan siang, tiba-tiba seekor burung berwarna biru, berukuran kecil terbang melintas di depan kami, dan bertengger disebuah pohon dipinggir saluran air.
Ternyata burung itu adalah jenis Raja Udang Meninting (Alcedo meninting).

Burung ini cukup mudah untuk ditemukan di kawasan Kebun Binatang Ragunan. Tidak lama kemudian burung itu terbang menjauh, dan suasana kembali seperti semula.
Setelah kami selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan kembali. Kemudian dikejauhan salah satu TIM Jakarta Birder melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di sebuah pohon yang rindang. Setelah hasil foto telah diambil, kami berhasil mengidentifikasi dan jenis yang satu ini adalah Kangkok Melayu (Cuculus fugax). Ini merupakan rekor baru untuk kawasan Kebun Binatang Ragunan.




Ketika kami sedang mengambil gambar burung ini, terdengar suara yang sangat khas yang dihasilkan oleh seekor Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris). Burung ini ternyata sedang asyik menikmati seekor ikan. Tidak lama kemudian Kangkok Melayu tersebut terbang dan mengganggu Cekakak Jawa tersebut. Karena merasa terusik, maka Cekakak Jawa tersebut terpaksa untuk pergi dari tempat itu.
Setelah kami asyik menikmati keindahan burung yang baru pertama kali kami jumpai ini, kamipun meninggalkan tempat itu. Tidak jauh dari pintu keluar, kami berjumpa dengan seekor burung kecil berwarna coklat yang sedang asyik berkicau.
Ternyata burung tersebut adalah jenis Sikatan Bubik (Muscicapa dauurica).
Burung ini terakhir kali di temukan di kawasan Kebun Binatang Ragunan pada tahun 2008, dan kami berhasil berjumpa dengannya pada hari ini.
Begitulah perjalanan kami pada hari itu.

Berikut ini adalah list burung yang berhasil kami temukan di kawasan Kebun Bintang Ragunan:
1. Cucak Kutilang / Sooty-headed Bulbul (Pycnonotus aurigaster)
2. Tekukur Biasa / Spotted Dove (Streptopelia chinensis)
3. Kipasan Belang / Pied Fantail (Rhipidura javanica)
4. Burung Madu-sriganti / Olive-backed Sunbird (Nectarinia jugularis)
5. Layang-layang Batu / Pacific Swallow (Hirundo tahitica)
6. Blekok Sawah / Javan Pond Heron (Ardeola speciosa)
7. Kareo Padi / White-breasted Waterhen (Amaurornis phoenicurus)
8. Sepah Kecil / Small Minivet (Pericrocotus cinnamomeus)
9. Cekakak Sungai / Collared Kingfisher (Todiramphus chloris)
10. Cekakak Jawa / Javan Kingfisher (Halcyon cyanoventris)
11. Perenjak Jawa / Bar-winged Prinia (Prinia familiaris)
12. Merpati Batu / Rock Dove (Columba livia)
13. Kerak Kerbau / Javan Myna (Acridotheres javanicus)
14. Merbah Cerukcuk / Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus goiavier)
15. Betet Biasa / Red-breasted Parakeet (Psittacula alexandri)
16. Cipoh Kacat / Common Iora (Aegithina tiphia)
17. Raja Udang Meninting / Blue-eared Kingfisher (Alcedo meninting)
18. Kekep Babi / White-breasted Woodswallow (Artamus leucorhynchus)
19. Burung Gereja Erasia / Eurasian Tree Sparrow (Passer montanus)
20. Punai Gading / Pink-necked Green Pigeon (Treron vernans)
21. Gelatik-batu Kelabu / Great Tit (Parus major)
22. Burung-madu Kelapa / Plain-throated Sunbird (Anthreptes malacensis)
23. Cinenen Pisang / Common Tailorbird (Orthotomus sutorius)
24. Cinenen Kelabu / Ashy Tailorbird (Orthotomus ruficeps)
25. Kapinis Rumah / Little Swift (Apus affinis)
26. Caladi Ulam / Fulvous-breasted Woodpecker (Dendrocopos macei)
27. Kepudang Kuduk-hitam / Black-naped Oriole (Oriolus chinensis)
28. Cabai jawa / Scarlet-headed Flowerpecker (Dichaeum trochileum)
29. Sikatan Bubik / Asian Brown Flycatcher (Muscicapa dauurica)
30. Kangkok Melayu / Malayan Hawk-cuckoo (Cuculus fugax)

Jumat, 27 November 2009

Bagaimana nasib satwa liar di Indonesia??

Kali ini kami mungkin agak keluar dari jalur, karena kami tidak sedang membahas kabar burung di jakarta. Kali ini kami akan membahas masalah nasib satwa" liar yang ada di Indonesia.
Mungkin di Indonesia masih banyak orang yang kurang peduli terhadap nasib beberapa jenis satwa yang terancam.
Beberapa nasib satwa-satwa liar di Indonesia mungkin baik-baik saja, tetapi beberapa dari mereka sebenarnya sangat mengalami nasib yang sangat-sangat buruk.
Ada yang dijadikan sebagai peliharaan, dipelihara dikandang, di ekspor ke luar negeri, bahkan ada yang di bunuh dan juga dijadikan untuk menu sarapan.

PERTANYAANNYA ADALAH:
1.Seberapa besar diantara kita yang peduli terhadap nasib mereka?!
2.Kita sebagai manusia yang memiliki akal budi, seharusnya dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat, tetapi mengapa diantara kita masih ada yang tega melakukan hal yang kejam terhadap makhluk lain?
3.Tidakkah kita memiliki rasa peduli terhadap makhluk lain?

Berikut ini kami akan memperlihatkan satu-persatu bahwa mereka masih mengalami tindakan yang sangat-sangat tidak pantas dari manusia:

I. Julang Emas (Aceros undulatus)
Puluhan burung julang emas (Aceros undulatus) disita petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Selasa (3/11). Selain itu petugas juga menyita satwa dilindungi lainnya yang akan diekspor yaitu seekor burung elang jenis ular bido dan seekor lutung jawa dari seorang pedagang satwa di Klaka, Lumajang, Jawa Timur. SURYA/SUGIHARTO.



II. Trenggiling (Manis javanica)






III. Kukang (Nycticebus coucang)



IV. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)



V. Elang Ular Bido (Spilornis cheela)



VI. Alap-alap Sapi (Falco moluccensis)



Mungkin kita semua tidak dapat menyangkan bahwa hal ini bisa terjadi, tetapi memang hal ini sudah terjadi dan beberapa sudah berhasil dihentikan, tetapi beberapa juga ada yang belum dapat di hentikan.
Jika hal-hal ini tidak di berhentikan, bagaimana nasib mereka semua di kemudian hari?
Mungkin yang akan terjadi adalah beberapa dari mereka hanya tinggal nama saja (punah)dan anak cucu kita hanya dapat mengenalnya lewat foto-foto yang ada saja.
Untuk itu kita harus benar-benar memperhatikan hal ini dan menghentikan semuanya itu dan untuk para pihak yang berwajib untuk lebih memperketat hukum, agar dapat menjauhkan mereka semua dari kepunahan.

STOP WILDLIFE EXPLOITATION
CLOSE DOWN BIRDMARKETS

Salam Jakarta Birder..

Rabu, 04 November 2009

Mengejar Itik di tambak ikan Marunda

Tambak ikan marunda sebenarnya merupakan tambak ikan milik warga, tetapi disini kita masih dapat melihat berbagai jenis burung pantai. Walaupun jumlah jenis burungnya sedikit, tetapi tempat ini juga merupakan tempat penting untuk para burung pantai, karena tempat ini dijadikan tempat persinggahan bagi jenis burung Cerek Kernyut. Burung pantai migran ini menjadikan tambak ikan marunda sebagai tempat persinggahannya selama musim migrasi. Selain itu beberapa jenis ada yang hanya menjadikan tambak ikan marunda sebagai tempat untuk mencari makanan. Pada sore hari, disini kita akan mudah untuk melihat Itik Benjut yang sangat pemalu dan kita juga akan sangat mudah untuk melihat Cabak Kota. Burung ini merupakan burung yang aktif mencari makan pada malam hari, dan pada siang hari mereka beristirahat di bawah semak-semak. Di tambak ikan marunda ini kita dapat melihat mereka dengan mudah, karena di tambak inilah burung Cabak Kota beristirahat. Walaupun tambak ini dihuni oleh manusia, tetapi mereka sangat menjaga ketat tambak mereka, dan sesekali waktu TIM Jakarta Birder didatangi oleh salah seorang penjaga tambak. Tetapi karena maksud kedatangan kami baik, ia mempersilahkan kami keliling tambak.
Selain Cerek Kernyut dan Cabak kota, di sini kita dapat melihat itik benjut yang pemalu dengan mudah. Mereka sering terlihat sedang berduaan ataupun dalam kelompok kecil. Itik ini merupakan species yang pemalu dan takut dengan kedatangan manusia, karena sering kali ketika kami melihat mereka, mereka langsung terbang menjauh. Kejadian ini terjadi berulang-ulang ketika kami berusaha mengambil gambar itik benjut yang bagus. Hingga akhirnya kami menemukan sepasang itik benjut yang sedang kamuflase diantara rumput-rumput kering di pinggir air. Pasangan ini sepertinya tidak terlalu terusik dengan kedatangan kami. Salah satu TIM Jakarta Birder langsung memasang Tripod dan memasangkan kamera. Jarak antara kami dengan pasangan itu cukup jauh, dan kami tidak mau mengganggu mereka, sehingga kami tetap di titik kami berdiri.


Tidak lama kemudian pasangan itu terbang dan sempat berputar, hingga akhirnya nampak mendarat 400meter dari tempat pertama. Dan kami pun melanjutkan pengamatan.
Tidak lama kemudian salah satu TIM Jakarta Birder melihat ada 2 ekor Itik Benjut yang sedang terbang, kemudian disusul dengan satu ekor yang lain, sehingga nampak 3 ekor terbang bersama-sama.

Kemudian dua dari mereka bertiga mendarat di tempat kawanan Cerek Kernyut berada. Kamipun langsung berlari menuju tempat mereka mendarat. Dan kami melihat ada 3 jenis burung yang berbeda berkumpul menjadi satu, mereka adalah Cerek Kernyut, Itik Benjut dan Seekor Kokokan Laut. Mereka nampak tidak saling menyerang antar yang satu dengan yang lain. Ini adalah moment yang pertama kali buat kami.


Semoga mereka dapat hidup dengan damai dan tidak diganggu oleh manusia
Salam Jakarta Birder!!

Selasa, 27 Oktober 2009

Pasangan Baru di Monas


Keberadaan alap-alap sapi di kota Jakarta, ternyata dapat dibilang cukup banyak, karena menurut hasil survey, TIM Jakarta Birder sudah menemukan 3 pasang Alap-alap Sapi di 3 daerah kota jakarta.
Kali ini merupakan perjumpaan dengan Alap-alap Sapi pertama kali di Monas, Jakarta Pusat. Pasangan ini pertama kali terlihat sedang asyik soaring berduaan.


Tetapi 5 menit kemudian suasana berubah dengan kedatangan 5ekor Kekep Babi. Burung berukuran kecil ini terlihat sedang terbang bersama-sama, dan ketika mereka sudah dekat dengan pasangan tersebut, mereka langsung melakukan penyerangan secara bergantian. Tak heran pasangan Alap-alap Sapi ini terpaksa menyingkir, karena merasa terusik dengan kedatangan 5ekor Kekep Babi tersebut. Pertempuran ini sempat berlangsung selama 10 menit, dan setelah itu pasangan Alap-alap Sapi tersbut langsung meluncur jauh untuk mencari tempat yang lebih aman.
Langitpun kemudian terlihat sepi kembali. Kira-kira pada pukul 17.00 ketika TIM Jakarta Birder mengakhiri pengamatan di Monas, satu ekor Alap-alap Sapi terlihat meukik sangat cepat dan kemudian burung tersebut terbang naik kembali, dan burung tersebut akhirnya terbang menjauh.


INFO:
Ini merupakan perjumpaan pertama kali dan keesokan harinya ketika TIM Jakarta Birder melakukan pengamatan kembali di Monas, Alap-alap Sapi tersebut hanya tampak 1 individu saja.

Jumat, 02 Oktober 2009

Falco moluccensis "SUKSES" Breeding

Kali ini masih seputar tentang Alap-alap Sapi di daerah Ancol, Jakarta Utara.
Ketika TIM Jakarta Birder sedang melakukan pengamatan pada tanggal 26 September 2009 di sebuah apartement / gedung tua di kawasan Ancol, kita berjumpa dengan seekor Alap-alap Sapi (Falco moluccensis)yang sedang terbang memutari gedung. Kemudian burung tersebut tampak bertengger di sebuah besi. Dan ketika kita mengamatai dengan menggunakan Binokuler, ternyata alap-alap sapi yang kita amati ini adalah seekor burung remaja (juvenile). Ini merupakan individu baru di data kita, dan kemungkinan besar individu ini merupakan hasil perkawinan sepasang alap-alap yang kita POSTING di Blog ini (Perjumpaan Dengan Alap-alap sapi)
LINK: http://birdsofjakarta.blogspot.com/2009/07/perjumpaan-dengan-alap-alap-sapi.html
Ketika kita sedang mengambil kamera seekor alap-alap sapi dewasa tampak terbang di atas si Juvenile yang sedang bertengger. Ternyata si Dewasa tersebut hanya soaring sebentar di atas gedung kemudian ia terbang meluncur jauh kearah barat dari gedung tua itu. Kemudian kitapun melanjutkan pengamatan si Juvenile. Tidak lama kemudian si Juvenile ini terbang ke belakang gedung tua ini, dan kitapun terpaksa harus mengikutinya. Dan tampak si Juvenile bertengger kembali di atas sebuah besi, dan nampak ia sedang preening atau sedang merapihkan bulu-bulunya. Dan beberapa menit kemudian ia terbang masuk kedalam gedung tua disusul oleh si Dewasa selang waktu 20 menit.





Dari sini kita dapat melihat bahwa Alap-alap Sapi yang di ancol sudah sukses Breeding dan kami TIM Jakarta Birder masih menunggu perkembangan Alap-alap Sapi yang di daerah Ragunan,Jakarta Selatan.

Salam..
Jakarta Birder

Senin, 21 September 2009

Perjumpaan pertama kali dengan Alap-alap Sapi di Kebun Binatang Ragunan

Pagi yang cerah di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan sangatlah indah dengan dihiasi berbagai suara burung dari jenis yang berbeda. Saat itu TIM Jakarta Birder sedang menunggu 2 orang yang bernama Panji Gusti Akbar (KIBC) dan Mas Ady Kristanto (Jakarta Green Monster) yang ingin sama-sama melakukan pengamatan di Kebun Binatang Ragunan. Ketika sedang menunggu kami melihat ada seekor burung dengan cara terbang yang sangat khas, ternyata tidak hanya seekor melainkan ada dua ekor. Ternyata itu adalah sepasang Alap-alap sapi (Falco moluccensis) yang sedang asyik kejar-kejaran. Tidak lama ketika sedang mengamati sepasang alap-alap sapi Panjipun datang, dan sayangnya pasangan alap-alap sapi tersebut sudah menghilang. Tidak lama ketika kami sedang ngobrol-ngobrol seekor alap-alap sapi dari arah yang berbeda menunjukkan dirinya dengan terbang kearah kami.


Setelah disambut oleh ketiga Alap-alap Sapi tersebut, kamipun melanjutkan pengamatan burung. Setelah beberapa kurang lebih 3-4 jam kemudian, Mas Ady berpamitan kepada kami, karena dia ada tugas di kantornya, dan kami pun berpisah dengannya. Setelah itu kami melanjutkan pengamatan burung di dalam Pusat Primata Schmutzer. Dan setelah selesai pengamatan di dalam Schmutzer, kamipun berpisah dengan Panji, karena ia ingin bertemu dengan temannya di dalam Schmutzer. Tetapi ketika baru berjalan beberapa meter dari pintu keluar Schmutzer, Panji juga ikut keluar dari Schmutzer. Ternyata ia menunda pertemuan dengan temannya, karena temannya sedang tidak ada di tempat, dan kamipun berjalan menuju pintu keluar bersama-sama.
Di tengah-tengah perjalanan, salah satu TIM Jakarta Birder mendengar ada suara yang sudah tidak asing lagi (suara dari seekor Alap-alap Sapi). Suara itu terdengar tidak jauh dari tempat kita berhenti.
Dan kitapun memutuskan untuk menunggu beberapa menit. Ternyata benar, tidak lama kemudian kita melihat ada seekor Sikep Madu Asia diikuti dengan seekor Alap-alap sapi dibelakangnya. Ternyata tampak Alap-alap Sapi tersebut menyerang Sikep Madu Asia tersebut, dan ia pun terbang menjauh. Beberapa menit kemudian kita melihat seekor Sikep Madu Asia terbang di arah yang berbeda, dan kitapun mengejar ke arah Sikep Madu Asia tersebut terbang. Tidak lama kemudian, kita mendengar suara yang sama yang di hasilkan oleh Alap-alap Sapi. Lalu kami pun mencoba mendegar arah suara tersebut.

Dan akhirnya tampak seekor Alap-alap Sapi betina sedang bersuara di atas Tower sambil memandang ke segala arah. Si betina ini tampak bersuara berkali-kali, seperti membunyikan tanda bahaya. Tidak lama kemudian seekor Alap-alap Sapi jantan terbang menghampirinya, tetapi ia tampak tidak mendarat diatas tower, melainkan terbang kembali ke dalam hutan. Pemandangan spektakuler ini tampak sangatlah luar biasa, karena sebelumnya kami belum pernah melihat Alap-alap sapi yang menyerang Sikep Madu Asia.









Dan Rencana TIM Jakarta Birder adalah melakukan pemantauan terhadap Alap-alap Sapi di Kebun Binatang Ragunan, dan mencoba mencari tahu "Apakah pasangan ini sedang Breeding??".

Salam....
Jakarta Birder..

Selasa, 01 September 2009

Birding in Muara Angke 30 Agustus 2009

Rencana untuk pengamatan burung di Kawasan Taman Wisata Angke (TWA) gagal, karena di kawasan tersebut sedang ada kontroversi warga, dan untuk menjaga keamanan, maka tempat ini tidak di buka untuk umum sementara waktu ini. Kita pun akhirnya melakukan pengamatan di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) yang tidak jauh dari Taman Wisata Angke (TWA). Karena kita belum membuat SIMAKSI ,sesampai disana kita langsung mencari petugas yang menjaga tempat ini dan melapor bahwa kita ingin melakukan pengamatan burung kurang lebih 1-2jam saja. Akhirnya petugaspun memberikan ijin masuk kawasan. Baru beberapa meter jalan, kita disambut dengan suara dari Perenjak Jawa yang sangat ribut, disusul dengan mendaratnya seekor Cabai Jawa (Jantan) dengan warna merah yang mecolok.

Setelah itu kitapun melanjutkan pengamatan.
Sesampai di daerah alang-alang, kita menjumpai seekor Burung Raja Udang Biru yang sedang berjemur di atas jembatan yang kami lalui. Burung ini tampak tidak takut dengan kehadiran kita bertiga (Khaleb, Boas dan Andi). Tetapi karena waktu kita hanya sebentar, kitapun melanjutkan pengamatan dan Raja Udang Biru yang kecil itupun terbang menjauh.



Tidak lama kemudian salah satu TIM Jakarta Birder (Andi) melihat ada sesuatu yang bergerak diatas tumpukan eceng gondok yang sudah mati. Ternyata itu adalah seekor burung tikusan alis putih atau dalam nama inggrisnya White-browed Crake.
Ini pertama kalinya kita berjumpa dengan tikusan ini di Suaka Margasatwa Muara Angke.


Setelah berjumpa dengan tikusan alis putih, tidak lama tiba-tiba kawanan Pecuk Ular-asia terbang bersama-sama melewati atas kita. Dan tampak bayangan yang besar telah melintas tepat diatas kepala kami.


Setelah asyik menikmati keindahan di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) kami meninggalkan tempat yang indah ini, dan sebelumnya kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lokasi.



Salam..
Jakarta Birder